Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439H Mohon Maaf Lahir dan Batin ya.. download RIOBITO BLOG on Facebook, Like!

Manga One Piece Chapter 874 Bahasa Indonesia

» [HOW TO DOWNLOAD]
komik one piece versi teks terbaru, baca manga one piece terbaru, one piece chapter 874 rar pdf download baca manga online

Manga One Piece Chapter 874 Bahasa Indonesia. Manga One Piece kali ini sudah mencapai chapter 874 dengan judul King Baum yang rilis beberapa jam yang lalu, silahkan untuk melihat manga Bajak Laut ini sesuaikan dengan selera anda apakah dengan mendownloadnya, baca online, atau lihat versi Teksnya! Jangan lupa jika manga nya sudah terbit di Tempat kalian silahkan beli untuk menghargai karya sang kreator manga One Piece ini, Eiichiro Oda!! Karena disini hanya review dan promosi saja.

Manga One Piece Chapter 874 baca manga download versi teks
ONE PIECE CHAPTER 874 - KING BAUM

  • Baca Online :
  • Baca Juga :

  • * Versi Teks

    Big Mom melesat dibelakang King Baum
    “Big Mom! Dia disini!!” semuanya panik
    “Mama sudah di depan! Tapi kenapa…”
    “Gejala anehnya kambuh…”
    “Jangan-jangan….”
    Tentara yang mengejar berfirasat buruk
    “WEDDING CAKE!!! RASAKAN TEKNIK ELBAF INI!!” Big Mom mengambil ancang-ancang menyerang
    “Dia datang!”
    “Menghindarlah, King Baum!”
    Semua penumpang King Baum semakin khawatir, dan Mama semakin bersemangat
    “ELBAF SPEAR!!!”
    Hunusan pedang Mama berhasil mengenai sebagian wajah & tubuh King Baum, serangan itu memberikan efek sampai lautan didepannya
    Luffy dkk hanya bisa tercengang setelah melihat manuver Big Mom
    “Eh? Ini seperti…teknik raksasa Elbaf..! Mustahil!” Luffy heran
    “KING BAUM!!” Mama ingin mengancamnya
    “Uwaaa..maafkan aku, Mama! Aku diancam mereka!” rengek King Baum
    “Gawat, dia akan menghajarnya lagi! Kita harus turun tangan!” seru Luffy
    “Tunggu! King Baum! Siapa wanita pohon yang waktu itu bersamamu? Kekasih mu kan?” tegur Nami
    Sekilat King Baum mengingat senyum wajah pohon wanita itu
    “Bukan…dia itu….tunanganku!” sahut King Baum
    “Kalau begitu…kau harus tetap hidup!” ujar Nami
    “.….Benar juuuuu…….aku tak ingin mati di tempat seperti ini!” King Baum yang awalnya merengek ketakutan, kini bersemangat untuk lari dari amukan Big Mom
    “Larilah sebisa mu, King Baum!” seru Nami
    “Tiba-tiba dia bisa sangat cepat begini” ujar Pedro
    “Percuma saja, serangan berikutnya ia tak kan bisa mengelak! Biar aku saja yang turun tangan!” seru Luffy
    “Tunggu Luffy! Aku punya rencana!” Nami menahan lengan Luffy
    “WE…DING…” Mama semakin mendekat sembari menaiki Zeus
    “Apa yang akan kau lakukan!?” Luffy mulai tak sabar
    “Black Ball!” Nami mengeluarkan bulatan awan petir dengan senjatanya
    Zeus yang sedang membawa Mama mulai mengaihkan perhatiannya pada black ball yang Nami buat.
    “Petir menyukai petir juga, kan?” sahut Nami
    Big Mom nyaris menyentuh mereka
    “ELBAF SPEAR!!!” semuanya semakin panik
    “hap…hap…hap…” Zeus yang awalnya menjadi pijakan Mama, kini sibuk memakan black ball disekitarnya.
    Mama yang sudah siap menyerang, tiba-tiba terjatuh…serangan pun gagal
    “Enak sekaliiiii” Zeus tergila-gila dengan black ball buatan Nami, tanpa perduli Big Mom yang baru saja tersungkur ke tanah
    “Ah! Mama!” Prometheus dan Napoleon terkejut
    “Apa yang kau lakukan, Zeus!?”
    “Hei…kau mau kemana!!”
    Zeus tak menghiraukan mereka berdua…dia asik melahap black ball yang nami tinggalkan
    “Lihatlah..para penyusup itu kabur!” seru Prometheus
    “Mereka masuk ke hutan penggoda!” tegas Napoleon
    “Kalau sudah masuk ke hutan, tentu kita yang unggul! Karena King Baum…raja hutan ini!” seru Nami
    Mereka semakin dekat dengan hutan
    “Wow!”
    “King Baum datang!”
    “Berikan jalan!”
    Semua penghuni hutan menyambut raja mereka
    “Wow…itu Sunny Go!” seru Luffy
    “Ternyata jalan ini langsung menuju pantai!” sahut Pedro
    “Rencana Nami hebat!” Carrot memeluk Nami
    “Seperti yang direncanakan Namis-waaaaaan” Sanji semakin salting
    “Kalau Big Mom tidak menaiki Zeus, kita pasti berhasil” ujar Jinbei
    “Jadi semua berkat Zeus?” tanya Nami
    “Sepertinya begitu..karena awan itu terbentuk dari jiwa Mama..” sahut Jinbei
    “Hei..aku Zeus..” tiba-tiba Zeus ada disamping mereka
    “Ehh! Tuan Zeus!” King Baum sempat terkejut
    “Hei hei! Awan yang tadi…aku minta lagi ya!” Zeus kecanduan black ball, hingga menjulurkan lidahnya
    “Oh? Balck ball? Memangnya enak?” Nami agak heran
    “Baru kali ini aku makan awan seenak itu. Apa masih ada lagi?” Zeus benar-benar jinak dihadapan Nami
    Sedangkan Luffy sibuk mencole-colek Zeus, Carrot pun juga turut penasaran
    “Oi awan! Daripada itu, biarkan aku menaikimu” sahut Luffy sembari memegangnya
    “Percuma, hanya Mama yang bisa menaikiku” ujar Zeus
    “Ternyata dia awan yang jujur. Zeus, kalau begitu…..Maukah kau menjadi bawahanku?” Nami berusaha merayu
    “MAUUUUU!!!” Sanji dengan tegas menjawabnya
    “Bukan kau!” sahut Jinbei
    “Aku akan memberimu black ball setiap hari!” Nami terus merayu
    “Apa? Benar yah? Duh, bagaimana yaa??” Zeus mulai terpikat
    “Kau punya kesetiaan pada Big Mom tidak sih?” Jinbei heran
    “Aku akan memberimu awan yang saking besarnya sampai menutupi langit! Maukan, tampan?” Rayuan Nami semakin kuat
    “Wah, benarkah? Pertama kalinya aku dipuji seperti itu!” Zeus semakin tertarik
    Di belakang mereka, Big Mom masih berusaha mengejar…semua perhatian kembali padanya
    “HUTAN PENGGODA!! TAHAN PARA KEPARAT ITU!!!” Teriak Big Mom
    Semua penghuni hutan, seketika menutup jalan pelarian mereka.
    “Aduh…Mama marah deh” Zeus khawatir
    “Uwa! Mereka kembali menjadi hutan yang menyebalkan” Luffy kebingungan
    “Kalau aku tendang semua, beres kan? Sahut Sanji
    “Percuma gelisah begini, hutan ini membuat kita tak tau posisi!” seru Carrot
    “Benar, hutan ini membuat yang ada didalamnya terseasat!” sahut Nami
    “Akupun tak bisa menolak perintah sang ratu-juuuu!! Tapi…” King Baum kembali mengingat tunangannya “Minggir!!! Aku tak boleh mati di sini-ju!!!” Ia berlari menerjang semua penghuni hutan
    “Waaa…anda kenapa, tuan King Baum!” semua homies berlarian
    “Oi..King Baum! Kau…mengkhianati Mama…” Prometheus sudah menjadi matahari besar diatas King Baum
    “Tu..Tuan Prometheus!!” King Baum ketakutan
    “Tidak mungkin kalian bisa kabur! Prometheus mulai mendekati mereka, dengan tubuhnya yang panas
    Luffy dkk langsung melompat dari atas King Baum.
    Prometheus pun menimpa King Baum, dirinya kini hangus terbakar
    “King Baum!” Luffy berteriak, dan semuanya berusaha lari menjauh
    “WE..DING….CAKE!”
    Di belakang sana, Big Mom masih berusaha mengejar
    Di sisi lain..Orang-orang bersiap untuk pengejaran
    “Bagaimana dengan Bege?”
    “Sedikit lagi terkejar!”
    “Di hutan penggoda?”
    “Sepertinya..Mama sedang bertarung!”
    Dalam dunia cermin…
    “Disini Mirror World, kak Mont’d Or! 10 ribu pasukan siap bertempur! Wiwiwiwiwiwi…” Brulee berbicara lewat den den mushi
    “Ok, nanti kuhubungi lagi”
    Dan di sisi lain…
    “Kapal perang dari tiap pulau, mulai terlihat di pantai barat daya”
    “Jangan biarkan Mugiwara berlayar!”
    “Jangan kejar dari 1 pulau saja, pakailah kapal dari Pulau Flavor dan Pulau Liquer!”
    “Bersiaplah dan tunggu di pelabuhan! Tunggu sinyal dari Manatee!”
    Semua siap siaga penuh demi menutup jalan kabur dari sisi manapun
    Pantai Barat Daya, di Thousand Sunny
    “Ribut sekali di hutan sana” ujar Katakuri
    “Iya tuan..” jawab para pasukan
    “Mama sendiri yang mengejar mereka, sepertinya peluang untuk kabur menjadi 0%” sahut Katakuri
    “Betul tuan! Jadi, untuk apa penyergapan ini?” tanya mereka
    “Untuk kemungkinan terburuk” Katakuri benar-benar diatas Sunny Go, mereka menyusup masuk lewat dunia cermin
    Dalam pelarian Bege..
    “Tembak!!”
    Berbagai artileri menghujani mereka
    “Bukankah kalian menaiki tank tart? Tapi sebentar lagi sampai pantai, kalian tak bisa menangkapku! Wahahahaha!” Bege terus melaju dalam mode tank
    “Paman Bege!!” Tiba-tiba Purin muncul disampingnya, dengan menaiki karpet terbang
    “Oii! Jangan mengagetkan ku!!” Bege benar-benar terkejut
    Ia pun segera menodongkan senjatanya ke Purin
    “Nona Puding…aku tak akan memaafkanmu!”
    “Ada yang perlu dilakukan kak Chiffon! Cepat keluarkan kakak!” tegas Purin
    Purin segera mengintip kedalam tubuh Bege
    “Purin, kenapa kau disini!” Chiffon heran
    Purin pun menjelaskan semuanya
    “Eh…Penyakit Mama kambuh lagi…jadi kau butuh kue Chiffon buatanku? Tapi maaf Purin, aku sudah memutuskan pergi dari sini seperti Lola. Lagi pula, aku sudah tak peduli lagi dengan apa yang terjadi disini” jelas Chiffon
    “Tidak!” Purin berteriak
    “Tujuanku yang sebenarnya bukan untuk Mama ataupun pulau ini! Kita harus menghentikan Mama….Kalau tidak, pria itu dan semua temannya….Akan MATI!!!” Ketiga matanya mulai meneteskan air mata, sembari terbayang senyuman sang mempelai pria

    Bersambung ke One Piece Chapter 875

    Lihat label Anime One Piece untuk update Animenya/lihat chapter lain!

    Credit by SAMEHADAKU dan OPLoverz (fp)

    Manga One Piece Chapter 874 Bahasa Indonesia

    [CONTACT ME] Jika ada yang Error!

    0 Response to "Manga One Piece Chapter 874 Bahasa Indonesia"