download RIOBITO BLOG on Facebook, Like!

Manga One Piece Chapter 879 Bahasa Indonesia

» [HOW TO DOWNLOAD]
komik one piece versi teks terbaru, baca manga one piece terbaru, one piece chapter 879 rar pdf download baca manga online

Manga One Piece Chapter 879 Bahasa Indonesia. Manga One Piece kali ini sudah mencapai chapter 879 dengan judul Satu dari Tiga Komandan Manis Big Mom, Katakuri, silahkan untuk melihat manga Bajak Laut ini sesuaikan dengan selera anda apakah dengan mendownloadnya, baca online, atau lihat versi Teksnya! Jangan lupa jika manga nya sudah terbit di Tempat kalian silahkan membelinya untuk menghargai karya sang kreator manga One Piece ini, Eiichiro Oda!! Karena disini hanya sebagai review dan promosi saja.

Manga One Piece Chapter 879 baca manga download versi teks
ONE PIECE CHAPTER 879 - Satu dari Tiga Komandan Manis Big Mom, Katakuri

  • Baca Online :
  • Baca Juga :

  • Credit by SAMEHADAKU.
    * Versi Teks

    ***
    Cover page: Pembatalan dari sebuah kesepakatan, dan konsekuensi yang sesuai ekspektasi. Sai babak belur setelah dihajar calon tunangan sebelumnya, Baby 5 hanya bisa menangis menghampiri Sai yang tak sadarkan diri.
    ***
    Semua diliputi duka dan kesedihan, bersenandung bersama hujan…
    “Bagaimana ini bisa terjadi….Pedro-
    san….sudah…!!” Brook tak bisa berhenti menangis “Jika saja kita lebih…KUAT!!” Dirinya tersungkur ke tanah tak kuasa menahan duka.
    Mereka belum berhenti merelakan pengorbanan sang Jaguar.
    “Orang yang harusnya menangis adalah musuh, kita tak boleh gentar” ujar Jinbei
    “!!? Jinbei-san! Kenapa kau bisa berkata seperti itu!? hanya karena kau belum lama mengenal Pedro-san bukan berarti…” Brook heran dengan Jinbei yang tetap tenang
    “Aku mengatakan pada kalian untuk tidak lengah!! kita bisa saja mati di pantai saat itu! Dia membuat keputusan untuk mempertaruhkan nyawa. Bagi Pedro, ini adalah kemenangan!!” tegas Jinbei yang terus fokus di kemudi kapal.
    “Kau pikir sudah berapa banyak kerusakan yang musuh terima!? bagi mereka, ini adalah keterpurukan sepanjang sejarah bajak laut Big Mom! Bukankah Pedro sudah mengatakan pada kalian untuk MAJU!?!?” Semua yang mendengar perkataan Jinbei mulai sadar, walaupun tangisan belum terbendung.
    “Luffy merasakannya saat itu, dan pergi menghadapi musuh seorang diri! Ingatlah bahwa buronan Katakuri melampaui satu milyar! Mereka bisa menyergap kita darimanapun. Sampai kita lolos dari lautan ini, kita tak boleh membiarkan diri kita lengah! Apa seperti ini penghargaan kalian untuk pengorbanan Pedro!?!?” Jinbei semakin tegas berusahamembangkitkan semangat orang-orang
    Chopper yang sedari awal hanya menangis mulai bangkit dan menggunakan mode Heavy Point.
    “OOOOOOGGGHHHHH!!! Nami, beri aku perintah!!!” Chopper siap untuk menghadapi segalanya
    “Jika Sanji dan yang lain pergi duluan ke Pulau Kakao, kita harus memastikan kapal ini dijalur yang tepat! Arahkan kapal ke sisi kanan! Angin kencang akan datang dari arah belakang! Kita akan memanfaatkannya menjadi rute tercepat ke arah barat!” Nami tetap fokus pada log pose dan peta buatan Purin
    “Dimengerti!!!” Chopper bergegas pergi
    “Aku akan mengisi ulang cola yang sudah digunakan!” Brook sigap berlari
    “Baiklah…aku yang mengawasi arus airnya.” sahut Jinbei
    Semua kembali bersiaga agar pengorbanan Pedro tak sia-sia…
    Carrot pergi ke tiang pengawasan sembari mengusap air matanya, dan mengawasi daerah sekitar.
    “Mereka datang dari arah jam 6!! kapal-kapal yang tadi, daaan….” Dirinya terus mengawasi kepulan kabut di belakang
    “KKKUUUUUUEEEEEEEEEEEE!!!!!!” Gema sang ratu Tottoland kembali terdengar
    “Big Mooooom!!!! dia berjalan di atas air mengejar kita!!!” teriak Carrot
    “Itu mustahil, bahkan untuk orang seperti dia!” sahut Jinbei yang tak percaya
    Carrot meneropong posisi musuh dan melihat dengan seksama…
    “Itu bukan air laut..! dia berjalan…diatas potongan permen yang bergerak!!………hah!? permen!?!?” sejenak Carrot sadar bahwa orang yang berusaha Pedro ledakkan, ternyata masih hidup. Membuatnya berpikir usaha Pedro tak sesuai harapan sang Jaguar itu sendiri.
    “Kukukukukuku…kemana si Zeus itu, padahal ini tugasnya untuk membawa Mama melintasi lautan!” Perospero duduk datas Napoleon yang dikenakan Big Mom.
    Carrot kembali meneteskan air mata, melihat musuhnya yang tetap tersenyum jahat.
    “Yah..itu tak masalah, karena aku punya dendam pada mereka. Kehilangan tangan kananku..masih bisa kubuat tiruannya dengan permen, tapi…saat aku minum teh di siang hari…aku harus melihat tanganku sendiri meleleh karena panasnya cangkir itu…!!! dan hal itu akan mengingatkanku…
    pada wajah jaguar yang keparat itu!!! benar begitukan, Napoleon?” Perospero yang masih penuh luka, berusaha mengejar Sunny apapun yang terjadi.
    “Di negeri kita, tak ada masa depan untuk seorang penjahat” sahut Napoleon.
    “Dengan cara apa ya, agar kita bisa menyiksa mereka…sampai amarah ku mereda!!!” Perospero semakin ambisius untuk balas dendam
    Di Whole Cake Islad, Pantai Barat…
    “Huuuh? Tak ada seorangpun lagi disini?” Zeus heran dengan suasana yang sunyi
    “Bagaimanapun…aku ingin makan api…! hah…hah…kekuatanku…” Prometheus tampak lesu untuk menyusul Big Mom
    Di Perbatasan Tottoland, Lautan…
    “Huh? Huh, huh? Huuuuuhh??? apa aku sedang bermimpi..!? aku…aku…itu anak perempuan ku, Chiffon!?” Pound yang diatas sebuah perahu kecil, melihat karpet terbang diatasnya…
    “Heeeeyy!! Heeeeeyyyy!!” Ia berusaha memanggil mereka yang berada diatas karpet.
    “Itu benar..Lola adalah menteri cokelat di Pulau Kakao! Setelah ia pergi, kursi jabatan itu kosong, dan Purin sebagai kandidat satu-satunya terus menolak posisi itu!” Chiffon menjelaskan pada Sanji
    “I..itu karena…posisi menteri cokelat, tak boleh diduduki siapapun kecuali kaka Lola! Aku pikir dia akan kembali suatu hari nanti” sahut Purin yang tergulung karpetnya sendiri, agar kepribadian jahatnya tak mengacau saat mereka terbang.
    “Begitu ya..Lola-chan adalah pembuat coklat terkenal di Thriller Bark!” Sanji berusaha mengingat sosok Lola
    “Itu benar..tapi Purin, cepat pergi dari bawah sana!” seru Chiffon.
    “Ahahahahahaha, jika aku duduk disamping pria keparat itu dengan gaun pengantin ini…itu akan membuat orang berpikir kalau kita suami isteri!!!” Ekspresi jahatnya kembali muncul
    “Memangnya siapa yang akan berpikir seperti itu?” tanya Chiffon yang bosan meladeni kepribadian aneh Purin
    “Itu akan menjadi masalah! Ahahahahaha..I.
    .Itu..akan menjadi masalah!!” Purin terus mengoceh tanpa sebab
    “Maaf merepotkan mu, tapi bisakah kau hati-hati agar tidak jatuh?” tanya Sanji dengan lembut, sontak ekspresi Purin berubah merah merona
    “Kyaaaaaaa? Dia sangat peduli pada ku!! dia sangat mengkhawatirkanku..!” Purin kembali berbunga-bunga
    “Di-diam!!! apakah aku jatuh atau tidak, itu terserah padaku, Sanji!!!” seketika dirinya kembali jahat
    “Bagaimanapun, Purin, sebentar lagi kita sampai di Pulau Kakao!” seru Chiffon
    “Baiklah…ayo kita buat kue itu!” sahut Sanji
    Dan….di Dunia Cermin!
    “GOMU GOMU NOOOO!!!!”
    Sebuah pertarungan yang menentukan nasib mereka di Whole Cake Island!
    “Gyahahahahahaha…itu tak ada gunanya! Terima saja kekalahanmu, Topi Jerami!”
    “Tuan Katakuri adalah orang terkuat diantara tiga Sweet Commander!”
    “Kau tak bisa kembali ke kapal mu! Bahkan kau tak bisa kabur dari tempat ini!”
    Semua pasukan yang menyaksikan terus merendahkan sang kapten.
    “HAWK…..GATLING!!!!!” ratusan pukulan diarahkan pada Katakuri.
    Namun manusia mochi itu dengan mudahnya meniru serangan Luffy, ia memperbanyak tangannya yang berupa adonan mochi berlapis busho.
    Keduanya terus beradu pukulan dan kecepatan!
    “Fufu..ini sedikit berbeda, ya?” ujar Katakuri yang kini memiliki banyak lengan setelah beradu teknik gatling.
    “Haahh..haaahh!!” Luffy yang sudah babak belur mulai kewalahan dan sejenak berhenti menyerang.
    “Cara ini pasti jauh lebih efektif!” Katakuri maju dan menyerang Luffy dengan semua tangan yang ia buat
    “Uwaaaaahh!” Luffy yang belum sempat bertahan, harus menerima serangan telak tersebut.
    “Tuan Katakuri…kau kejam sekali!” Mereka yang terus melihat, tak menyangka bahwa Katakuri dengan mudah menghabisi Topi Jerami.
    “Haaah..haahh.ukhuh…!!” Luffy semakin babak belur dengan stamina terkuras.
    “Aku sudah bilang padamu..dengan kemampuanmu saat ini, aku bisa menirunya dengan mudah. Baik kecepatan maupun kekuatan, kau jauh dibawah ku.” Katakuri berbicara dengan tenang.
    “Mana mungkin karet akan kalah dari mochi!! GOMU GOMU NO…!!!!” Luffy kembali maju, namun pergerakannya dengan mudah terbaca oleh Katakuri
    “HAWK…STOMP!!!” Sebuah tendangan diarahkan pada manusia mochi tersebut…namun Luffy tak mengenai siapapun selain dinding dunia cermin. Sejenak Luffy mencari keberadaan musuhnya yang tiba-tiba menghilang.
    Shhht…tiba-tiba Katakuri muncul persis didepan Luffy, dengan kaki yang siap menendang!
    Belum sempat manusia mochi itu maju lebih dekat, Luffy menghilang..berusaha menghindar.
    “Dia menghilang!” semua pasukan heran.
    Dalam waktu sepersekian detik, Katakuri berhasil membaca gerakan Luffy, dan berhasil menendangnya persis di wajah manusia karet tersebut. Sekilas mirip kasus Luffy yang menghantamkan pukulannya pada Bellamy persis di wajah. Meskipun bergerak secepat apapun, kejadian di masa depan bisa dengan mudah diprediksi Katakuri!
    “Ouh..selanjutnya adu ‘kekuatan’ ya? Kenapa kau tidak sadar juga.” Katakuri masih tak percaya betapa bodohnya Luffy, yang tak sadar bahwa semua teknik yang ia gunakan dengan mudah dibaca dan ditiru manusia mochi tersebut.
    “Siaaaal!” Luffy menggigit ibu jari dan..
    “GOMU GOMU NO…!” Lengan kanannya membesar dengan busho
    Teknik yang diketahui Katakuri, bahkan sebelum Luffy menunjukkannya. Orang ini benar-benar bisa mengetahui semua gerakan Luffy tanpa meleset sedikit pun!
    “ELEPHANT….!” Luffy maju dengan cepat
    “Itu pukulan yang besaarrr!!” para penonton takjub dengan semangat Luffy, lain halnya dengan Katakuri yang tetap tenang.
    “GUN!!!!!!” Luffy yang berusaha menyerang, dengan mudah ditahan oleh Katakuri, yang juga membesarkan lengan kirinya berlapis busho….seolah membuat tiruan Elephant Gun, namun dengan ukuran yang jauh lebih besar ketimbang Luffy!!
    “Pukulan Tuan Katakuri bisa jauh lebih besaaar!?!?!?” semua pasukan semakin takjub
    “Ughh..ughhhh…gughghgh!!!” Luffy tetap berusaha mendorong serangannya.
    “UUUGHHH!!” Serangan Katakuri jauh lebih kuat dan terus menekan Luffy yang semakin kewalahan.
    Katakuri persis meniru serangan Elephant Gun, dan menyerang Luffy hingga menyentuh langit-langit dunia cermin.
    Semua pasukan bersorak gembira melihat Topi Jerami tak sebanding dengan komandan mereka.
    “Elephant Gun, huh!? apa kau hanya sebatas ini?” Katakuri benar-benar tak tersentuh. Lain halnya dengan Luffy yang babak belur berlumuran darah.
    Kekuatan dari manusia seharga Satu Milyar..sebuah dominasi pertempuran yang tak terduga!!!

    versi teks from OPLoverz


    Bersambung ke One Piece Chapter 880

    Lihat label Anime One Piece untuk update Animenya/lihat chapter lain!

    Manga One Piece Chapter 879 Bahasa Indonesia

    [CONTACT ME] Jika ada yang Error!

    0 Response to "Manga One Piece Chapter 879 Bahasa Indonesia"